Eagle Spirit Taekwondo Academy sebagai sebuah perkumpulan
/ klub Taekwondo untuk ke 6 kali nya menyelenggarakan tournament berlevel
internasional, dan pada kali ini kegiatan di kemas bersamaan dengan sebuah
Seminar Taekwondo International yang diikuti oleh 25 tim dari berbagai daerah dan
7 negara peserta dengan 243 peserta,yang akan berlaga dalam 3 nomor kategori
dgn 1 kategori yang masih di ekshibisikan, adapun kategori
tersebut adalah Kyorugi ( bertarung ) , Poomsae ( Jurus ) dan Hoshinsul (
Peragaan teknik beladiri praktis).
Turnamen ini sekaligus mengawali ESTA yang menjadi anggota
World Taekwondo Chungdokwan Federation ( WTFC ) sejak lama memulai turnamen
Taekwondo yang dikemas dengan model yang berbeda dengan turnamen atau kejuaraan
Taekwondo yang ada selama ini.
Chungdokwan sendiri adalah perguruan seni beladiri yang berdiri tahun1944 menjadi
salah satu cikal bakal pendiri Taekwondo di Korea pada tahun 1950 an, sampai
hari ini Chungdokwan tetap beraktifitas untuk membantu pengembangan Taekwondo
di seluruh dunia.
Model yang berbeda dan pertama kalinya dilaksanakan di
Indonesia ini berusaha mengembalikan Taekwondo sebagai sebuah olah raga seni
beladiri, dan bukan beladiri yang di olahraga kan.
Dengan hal inilah WTCF menyambut niat dan semangat ESTA untuk turut serta
menjadikan Taekwondo sebagai olahraga seni beladiri yang terbuka bagi semua
orang sejalan dengan World Taekwondo ( dahulu WTF , Badan Organisasi Taekwondo
Dunia ) yang me re-branding dengan slogan “Taekwondo for all “.
Adapun Kukkiwon sebagai Taekwondo Headquaters selalu melaksanakan berbagai
pelatihan, seminar dan turnamen yang dinamakan Hanmadang untuk menjaga
Taekwondo tetap berada pada esensi nya sebagai sebuah olahraga seni beladiri
yang punya karateristik atau ke khas an tertentu yang sulit dipertandingkan
dalam lingkup olahraga Olympiade.
Maka event ini dilaksanakan bertujuan menjalin
kebersamaan dan persaudaraan serta kerjasama kedepan untuk pengembangan
Taekwondo sekaligus menjadi ajang evaluasi dan meraih prestasi.
Dalam Kejuaraan ini akan dipimpin oleh International Referee World Taekwondo
dari berbagai negara dan National Referee ESTA , adapun Training Seminar
Taekwondo Chungdokwan akan dipimpin langsung oleh Grandmaster Shin Byeong Hyun
/ DAN IX Taekwondo pada tanggal 18 desember 2017 bekerja sama dengan Taekwondo
Universitas Atma Jaya Yogyakarta , yang dilaksanakan di Auditorium Kampus II
UAJY Babarsari.

Ketua ESTA Indonesia Bapak KPH Indrokusumo menyampikan
pesan bahwa : Nilai sebuah kejuaraan bukan hanya dari jumlah peserta dan
peraihan medali, namun nilai lebih dari sebuah kejuaraan adalah sebuah prestasi
yang diraih dengan proses yang sesuai dengan tujuan dilaksanakan nya kejuaraan
itu , yaitu nilai nilai kebersamaan, persaudaraan , sportivitas dan pencapaian
tersebut dapat memberi arti dan nilai bagi perjalanan karir dan arti dalam
kehidupan sehari hari nya .
Beliau juga berpesan bahwa sejak awal , selalu harus menekankan sikap yang
ramah dan terbuka dan bersahabat kepada siapa saja , terutama peserta yang
menjadi tamu bagi Yogyakarta.
Seminar dan Turnamen ini ESTA Indonesia diharapkan oleh WTCF di masa datang
dapat menjadi tuan rumah bagi kejuaraan dunia Taekwondo Chungdokwan.